Klarifikasi Terkait Pernikahan Satrio Paningit dengan Seekor Domba di Gresik

Liramedia.co.id - Terkait viralnya seorang pria di Kabupaten Gresik bernama Saiful Arif (44 tahun), yang menikahi seekor domba, ditanggapi oleh pemilik Pesanggrahan Keramat, yang jadi tempat acara tersebut.

Menurutnya, pentingnya pemahaman bagi masyarakat agar lebih cerdas menerima dan memahami berita-berita yang beredar di media sosial (Medsos) agar tidak menimbulkan polemik, kegaduhan serta perpecahan dikalangan umat yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat, bangsa dan negara.

"Berdasarkan berita yang berkembang akhir-akhir ini, jangan sampai kita diadu domba, terprovokasi, apalagi berita itu dapat menimbulkan fitnah yang merusak tatanan etika agama dan nilai-nilai moral seseorang dan kelompok masyarakat,’’ ungkap Nur Hudi Didin, pemilik Padepokan Kramat kepada Liramedia.co.id, Senin (6/6/2022).

Nur Hudi Didin Arianto menegaskan "Bahwa ritual pinang domba antara Gus Saiful Arif dan domba yang diberi nama Sri Rahayu, semata-mata hanya untuk mendongkrak dan menaikkan rating subscribe dari YouTubers milik Gus Arif yang merupakan seorang tokoh spiritual sekaligus YouTubers dan pemilik konten tiktok Sanggar Cipta Alam yang di dalamnya terdapat pesan moral yang baik. Dan sedikitpun tidak ada indikasi atau bermaksud untuk keluar dari koridor norma-norma agama atau tidak ada sedikitpun niatan untuk menistakan agama ataupun budaya melainkan hanya memberikan contoh pentingnya untuk saling menghormati dan menghargai."

"Karena kita berada di negara yang masyarakatnya heterogen sehingga perlu adanya upaya untuk merawat kerukunan dan harmonisasi dalam setiap perbedaan," tegasnya.

Nurhudi Didin Arianto dikenal banyak kalangan merupakan tokoh spiritual dan sekaligus Ketua Paranormal Nusantara.

Nur Hudi Didin Arianto merupakan sosok yang ramah dan bijaksana dalam menyampaikan pesan-pesan kerukunan.

Dalam kesempatan tersebut, dia berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi dan jangan sampai muda di adu domba oleh pihak manapun, apalagi dengan adanya berita-berita yang berkembang akhir-akhir ini, yaitu ritual pinang domba yang notabene sebenarnya hanyalah sebuah pembuatan konten YouTube dan tiktok yang berisikan pesan moral yang baik. Dan masyarakat jangan sampai mudah terpancing isu-isu dan segala komentar negatif yang muncul terkait hal tersebut.

"Mari kita berbaik sangka dan lebih cerdas menyikapi segala sesuatunya. Mari kita ambil hikmahnya yang baik, suatu pengorbanan yang sangat mulia itu bisa dibuktikan dengan adanya sebuah pengorbanan yang tulus untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi demi menjaga stabilitas kerukunan antar umat beragama, dan segala nilai-nilai yang baik yang terkandung didalamnya," ujarnya.

Surat pernyataan klarifikasi

Namun menurutnya, memang pembuatan konten tersebut pasti menimbulkan pro dan kontra apabila tidak memahami segala unsur-unsur pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Katanya, bahwasanya fitrah manusia adalah makhluk Tuhan yang diciptakan sempurna dan sudah diberikan sebuah pasangan oleh Allah SWT antara laki-laki dan perempuan agar jangan sampai menyalahi kodrat sebagai manusia, dengan menjaga fitrah manusia dan tidak menyimpang.

"Insha Allah alam semesta akan terjaga kestabilannya dan Tuhan tidak akan murka. Untuk itu, apapun yang akan kita perbuat dan lakukan, lakukanlah dengan bijaksana agar semua komponen dan elemen masyarakat dalam kehidupan sosial masyarakat demi terwujudnya kehidupan yang rukun dan harmonis," katanya.

Pada acara konferensi pers permintaan maaf dan klarifikasi terkait polemik dari pembuatan konten YouTube dan tiktok tersebut dihadiri oleh Camat Benjeng, Kepala Desa Jogodalu, Ketua MUI Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang, Sudarto dan juga berbagai jurnalis dari berbagai media. Acara digelar di Aula Pendopo Pesanggrahan Keramat di Desa Jogodalu.

Acara tersebut berjalan dengan lancar dan aman tidak ada kendala sedikitpun.

Sebelumnya diberitakan, pernikahan seorang pria dan seekor domba betina dilaksanakan di Pesanggrahan Kramat "Ki Ageng", di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, pada Minggu sore, 5 Juni 2022.

Mempelai pria ialah Spritualis Nusantara bernama asli Saiful Arif (44 tahun), asal Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Dia menamakan diri sebagai Satrio Paningit. Sedangkan mempelai wanita ialah seekor domba betina yang diberi nama Sri Rahayu Bin Bejo. Ibu dari Sri Rahayu ialah Sri Kinasih. (rif)

liramedia.co.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top